Nyan Cat

Sunday, March 24, 2013

Hubungan Antara Ekonomi Dengan Kehidupan Sosial Budaya




Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa faktor ekonomi memang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.Ekonomi memang mencakup banyak bidang dalam hidup ini contohnya dalam bidang sosial budaya yang akan Saya jelaskan hubungannya.
Faktor Ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat memegang peranan penting  dalam menentukan tingkatan status sosial seseorang atau sekelompok orang di dalam lingkungannya.Sebenarnya di dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat status sosial seseorang,yaitu faktor ekonomi,faktor pendidikan,faktor keturunan dan pekerjaan seseorang.Tetapi dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia umumnya faktor ekonomi adalah hal dapat dikatakan sebagai tolok ukur status sosial seseorang.
Seseorang dengan tingkat kekayaan yang tergolong tinggi akan berbeda pola hidup dan kebiasaannya dibandingkan dengan orang yang tingkat ekonominya dibawah standar pada masyarakat tersebut.Jika seseorang yang ekonominya menunjang,umumnya dia tidak akan pergi makan di restoran – restoran murah pinggir jalan atau berrekreasi di tempat-tempat lokal,sedangkan untuk orang-orang yang tingkat ekonominya rendah mereka lebih sering makan di warung-warung nasi atau paling tidak mereka membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri.Perbedaan yang terlihat jelas juga tampak dalam bagaimana mereka berpenamilan dan bertutur kata.Orang-orang dengan tingkat status tinggi akan berpenampilan lebih elegan dan berbicara dengan sopan dan halus,sedangkan untuk masyarakat dengan status sosial rendah umumnya berpenampilan tidak menarik dan kurang memperhatikan penampilannya,dalam berbicara pun mereka sering menggunakan kata-kata yang kasar dan kurang sopan di dengar.Dan dengan adanya perbedaan kebiasaan dan pola hidup tersebut muncullah yang disebut stratifikasi social atau bisa disebut juga kasta.
Stratifikasi sosial tentunya memiliki memiliki beberapa dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial,selain dampak negatif ada pula dampak positifnya.Berikut dampak positif dan negatif dari stratifikasi sosial:
1. Dampak positif Stratifikasi Sosial
Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan. Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi pemerintah masing-masing negara dalam menangani kinerja sistem transportasi yang ada. Pembangunan berbagai sarana dan prasarana transportasi seperti halnya dermaga, pelabuhan, bandara, dan jalan rel dapat menimbulkan efek ekonomi berganda yang cukup besar, baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, maupun dalam memutar konsumsi dan investasi dalam perekonomian lokal dan regional.
Kurang tanggapnya pemerintah dalam menanggapi prospek perkembangan ekonomi yang dapat diraih dari tansportasi merupakan hal yang seharusnya dihindari. Mereka yang mempunyai kendaraan lebih bagus atau mewah dari pada yang lain maka akan berkedudukan diatas yang lainnya yang tidak mempunyai kendaraan yang lebih mewah. Mewah tidaknya kendraan dan banyaknya kendaraa pribadi yang dimiliki menempatkan pemiliknya pada status social yang lebih tinggi.
2. Dampak negativ Stratifikasi Sosial
Umumnya ada tiga dampak negative dalam  stratifikasi sosial yaitu :
1.      Konflik antar kelas
Dalam masyarakat, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas-kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.Contoh: demonstrasi buruh yang menuntuk kenaikan upah, menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.

2.      Konflik antar kelompok social
Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologo, profesi, agama, suku,dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik. Contoh: tawuran pelajar.
3.      Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

Jadi kesimpulannya faktor ekonomi  dalam kehidupan bersosial budaya memberi dampak yang besar bagi masyarakat mulai dari setiap lapisan masyarakat.Faktor ekonomi juga merubah sistem kehidupan bermasyarakat dan pola hidup dan pergaulan mereka serta memberi dampak negatif dan juga dampak positif.Selama ekonomi dan beberapa faktor lain yang mempengaruhi stratifikasi sosial masih ada maka perbedaan dalam masyarakat dalam berperilaku,pola kebiasaan dan jaringan pertemanan akan selalu ada.

Referensi :
http://jolompong.blogspot.com/2011/01/dampak-positif-dan-negatif-stratifikasi.html

Resume Ruang Lingkup Ekonomi



  1. Definisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara mengatasi dan memenuhi keinginan manusia karena adanya batasan-batasan yang mempersulit manusia mencapai keingninannya tersebut.Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi.
  1. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
Dalam dunia perekonomian manusia kerap kali memang menemukan kendala dan masalah-masalah yang harus dihadapinya dalam pemenuhan keinginannya seperti pada arti ekonomi sendiri.Berikut ini beberapa masalah – masalah pokok tersebut :
a)      Pengangguran.
Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang diharapkan. Pengangguran juga akan menyebabkan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainnya.
b)      Inflasi.
Inflasi sering diartikan sebagai suatu kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu. Dari pengertian itu dapat di ambil beberapa point penting mengenai inflasi, bahwa inflasi ini terjadi:
·         Diwarnai kenaikan harga-harga komoditi secara umum, atau dapat dikatakan hampir setiap komoditi mengalami kenaikan.
·         Dapat diketahui dan dihitung jika telah berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dalam wilayah tertentu.
Dengan demikian jika kenaikan harga tidak menyeluruh, atau jika menyeluruh namun hanya terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan dalam wilayah tertentu yang terbatas, maka istilah inflasi menjadi agak kurang tepat disebutkan.
c)      Masalah Ekonomi Bagi Konsumen
Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.
  1. Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana(planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara padaperekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Berikut ini adalah beberapa system perekonomian yang diterapkan dalam kehidupan berekonomi :
a.       Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negaraEropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
b.      Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
c.       Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Referensi:

Monday, November 26, 2012

Struktur Dan Peran Organisasi SMA


1. Latar Belakang


               Pada dewasa ini di Indonesia sering sekali terjadi tawuran antar siswa,khususnya di Jakarta yang terjadi pada bulan September lalu merupakan bukti nyata kurangnya peran pengajar di sekolah yang merupakan pengganti orang tua bagi siswa-siswanya.Tawuran antar siswa dapat terjadi dengan beberapa factor,namun untuk mencegahnya,pihak sekolah seharusnya mempunyai solusi untuk mencegah terjadinya tawuran antar siswa.Karena itulah dibutuhkan sebuah sub-organisasi yang bernaung dibawah sekolah tersebut untuk mengatasi permasalah yang terjadi pada murid-murid yang bermasalah pada sekolah tersebut.Contohnya seperti Kesiswaan atau BP.Peran setiap guru juga tidak kalah penting dalam membimbing muridnya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif dan salah.Selain dari pihak guru,kepala sekolah sebagai pemimpin juga perlu mengetahui kegiatan lain yang dilakukan oleh murid-muridnya dan selalu memberi arahan yang baik sebagai mana seharunya seorang pemimpin.

            Selain karena seringnya terjadi tawuran antar pelajar,tiap tahunnya selalu ada kegiatan MOS yang disalahgunakan oleh senior untuk menindas juniornya dan diajak untuk bergabung dalam kelompoknya sebagai bawahannya dan sering dimintai uang sebagai bukti loyalitas kepada seniornya.Untuk itulah penulis ingin menyoroti struktur organisasi SMA,serta fungsi dan peran tiap jabatannya untuk menanggulangi masalah seperti tawuran pelajar yang telah terjadi dan berbagai masalah dalam dunia pendidikan khuusnya tingkat SMA karena pada taraf inilah para remaja berlomba-lomba mencari jati dirinya masing-masing.

2. Identifikasi Masalah

        Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan oleh penulis di atas,identifikasi masalah pada makalah ini adalah mengenai peranan penting dari setiap struktur jabatan sekolah pada tingkat SMA serta aspek,fungsi,dan tingkatan pada jabatan tertentu secara umumnya pada suatu SMA yang berinteraksi langsung dengan jalannya pembelajaran dan proses pendidikan.

3.Landasan Teori

Pengertian Organisasi Sekolah

       Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya. Dengan pendewasaan maka kita dapat menyikapi masalah kita dengan baik dan kita juga mampu berinteraksi sebagai mana peran kita didalam suatu lingkungan.

Definisi organisasi sekolah dari para ahli:
· Organization is the form of every human association for the attainment of comon purpose (James D. Oony)
· An organization as a system of cooperative activities of two or more persons (Chester I. Barnard)

Dari defini tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa organisasi adalah sebuah bentuk atau sistem yang terdiri dari sekelompok manusia yang berkerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh sebab itu sekolah dikatakan sebagai sebuah organisasi karena sekolah didirikan untuk mencapai tujuan bersama khususnya di bidang pendidikan

4.Pembahasan Masalah

        Setiap unit kerja dipimpin oleh seorang kepala/pimpinan yang menduduki posisi menurut tingkat unit kerjanya di dalam keseluruhan organisasi. Posisi, tanggung jawab dan wewenang di dalam suatu kelompok formal terikat pada struktur dan dibatasi oleh peraturan-peraturan yang mendasari pembentukan organisasi kerja tersebut. Hubungan kerja yang didasari wewenang dan tanggung jawab, baik secara vertikal maupun horizontal dan diagonal akan menunjukan pola tertentu sebagai mekanisme kerja. Dengan kata lain pembagian tugas, pelimpahan wewenang dan tanggung jawab serta arus perwujudan tugas, akan menggambarkan tipe atau bentuk organisasi kerja. Tipe-tipe organisasi itu antara lain:

a. Organisasi Lini (Line Organization)
Dalam tipe ini semua hak dan kekuasaan berada pada pimpinan tertinggi.
b. Organisasi Staf (Staff Organization)
Dalam tipe ini semua hak, kekuasaan dan tanggung jawab dibagi habis pada unit kerja yang ada secara bertingkat. Setiap unit memperoleh sebagian hak dalam menentukan kebijakan sepanjang tidak bertentangan dengan kebijaksanaan umum dari pimpinan tertinggi. Bentuk Gabungan (Line and Staff Organization)
c. Organisasi Fungsional (Fungsional Organization)
Dalam tipe ini pembagian hak dan kekuasaan dilakukan berdasar fungsi yang diemban oleh unit kerja dan terbatas pada tugas-tugas yang memerlukan keahlian khusus.

Macam-macam Struktur Organisasi

       Struktur Organisasi pendidikan yang pokok ada dua macam yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Di antara kedua struktur tersebut terdapat beberapa struktur campuran yakni yang lebih cenderung ke arah sentralisasi mutlak dan yang lebih mendekati disentralisasi tetapi beberapa bagian masih diselenggarakan secara sentral. Pada umumnya, struktur campuran inilah yang berlaku dikebanyakan negara dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bagi bangsanya.

a. Struktur Sentralisasi


      Di negara-negara yang organisasi pendidikannya di jalankan secara sentral, yakni yang kekuasaan dan tanggung jawabnya dipusatkan pada suatu badan di pusat pemerintahan maka pemerintah daerah kurang sekali atau sama sekali tidak mengambil bagian dalam administrasi apapun.

      Segala sesuatu yang mengenai urusan-urusan pendidikan, dari menentukan kebijakan (policy) dan perencanaan, penentuan struktur dan syarat-syarat personel, urusan kepegawaian, sampai kepada penyelenggaraan bangunan-bangunan sekolah, penentuan kurikulum, alat-alat pelajaran, soal-soal dan penyelenggaraan ujian-ujian, dan sebagainya. Semuanya ditentukan dan ditetapkan oleh dan dari pusat. Sedangkan bawahan dan sekolah-sekolah hanya merupakan pelaksana-pelaksana pasif dan tradisional semata-mata.

b. Struktur Desentralisasi

     Di negara-negara yang organisasi pendidikannya di-desentralisasi, pendidikan bukan urusan pemerintah pusat, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan rakyat setempat. Penyelenggaraan dan pengawasan sekolah-sekolah pun berada sepenuhnya dalam tangan penguasa daerah.
     
      Kemudian pemerintah daerah membagi-bagikan lagi kekuasaannya kepada daerah yang lebih kecil lagi, seperti kabupaten/kotapraja, distrik, kecamatan dan seterusnya dalam penyelengaraan dan pembangunan sekolah, sesuai dengan kemampuan, kondisi-kondisi, dan kebutuhan masing-msing


Wewenang Dan Tanggung Jawab Organisasi Sekolah

a. Kepala sekolah.
Wewenang dan Tanggung Jawab, antara lain :
· Menjaga terlaksananya dan ketercapaian program kerja sekolah
· Menjabarkan,melaksanakan dan mengembangkan kurikulum
· Melakukan pengawasan dan supervisi tenaga pendidik dan kependidikan
· Melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar
· Merencanakan, mengelola dan mempertanggung jawabkan keuangan
· Mengangkat dan menetapkan personal struktur organisasi
· Menetapkan Program Kerja Sekolah
· Mengesahkan perubahan kebijakan mutu organisasi
· Melegalisasi dokumen organisasi
· Memutuskan mutasi siswa
b. Komite sekolah
Wewenang dan Tangung jawab, antara lain:
· Memberikan masukan terhadap kebijakan mutu pendidikan
· Mengawasi kebijakan sekolah.
c. Guru
Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:
· Mengetahui tugas pokoknya sendiri yaitu memberikan pelajaran sesuai dengan bidang studi
· Mengevaluasi hasil pekerjaannya.
· Mewakili kepala sekolah dan orang tua siswa di kelas.
· Mengetahui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dan memeriksa hasil tugas itu untuk dinilai.
· Memperhatikan kelakuan dan kerajinan siswa sebagai bahan laporan kepada kepala sekolah, wali kelas, dan guru BP.
· Memecahkan masalah-masalah pelajaran yang dihadapi siswa untuk memberikan bimbingan pelajaran kepada siswa yang cerdas, siswa yang kurang cerdas, dan siswa yang membandel.
· Memperhatikan hasil ulangan EBTA, EBTANAS, dan mengisi daftar nilai siswa.
d. Siswa
Wewenang dan tanggung jawab, antara lain:
· Menuntut ilmu sebaik-baiknya
· Mempertanggung jawabkan hasil pembelajarannya
· Mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah

5. Kesimpulan Dan Saran
5.1 Kesimpulan
      Setiap organisasi selalu mempunyai tujuannya masing-masing,termasuk juga organisasi pendidikan seperti SMA.Fungsi dan peran dari tiap jabatan memiliki peran yang saling ketergantungan dengan jabatan lainnya, sekolah juga harus mampu mendidik anak-anak siswanya khususnya pada tingkat SMA untuk menuntun mereka mencari jati dirinya dengan benar dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif dengan bantuan dari para pengajar dan serta bimbingan dari setiap orang tuanya.

5.2 Saran
      Dengan mengetahui struktur dan peran setiap jabatan yang ada di dalam sekolah,diharapkan semua aspek yang berada di dalamnya menjalankan peran dan fungsi mereka sebagaimana seharusnya seorang pelajar harus menuntut ilmu dan guru menjadi pengajar dan membimbing anak muridnya ke jalan yang benar,bukan hanya sekedar memberi nilai atas apa yang muridnya kerjakan.

Monday, October 1, 2012

Pengalaman Berorganisasi




Bagi Saya berorganisasi adalah hal yang sangat jarang Saya lakukan selama ini,tentunya dalam organisasi yang sengaja dibentuk dan memiliki tujuan seperti organisasi-organisasi resmi.Organisasi yang pernah saya ikuti selama ini hanya sebatas pengurus kelas saat masih SMP dan SMA,dan beberapa kelompok kecil saat kuliah.Tapi yang akan Saya ceritakan kali ini bukan tentang pengalaman organisasi Saya.
Pengalaman organisasi yang akan saya ceritakan adalah tentang organisasi Osis saat Saya masih duduk di bangku SMA dan beberapa organisasi lainnya.Pertama-tama akan Saya jelaskan dahulu tentang SMA dimana Saya bersekolah yaitu di SMA Mardi Waluya Cibinong.SMA ini terbilang sekolah yang baru dibangun karena sampai saat ini baru memiliki 7 angkatan dan baru meluluskan 4 angkatan dan Saya berada pada angkatan ke-3.Jadi pada saat Saya kelas 10,otomatis ketua Osis dipimpin setengah semester oleh angkatan pertama karena sejak awal terbentuknya SMA tsb langsung dipilih juga ketua Osis dan perangkat-perangkatnya.Setengah semester lagi atau semester genap dilakukanlah pemilihan ketua Osis baru dan anggota-anggota barunya mulai dari angkatan kedua dan ketiga.
Setelah terbentuk Osis generasi Kedua,kegiatan yang baru pun mulai terlihat.Tetapi yang Saya ketahui dari teman Saya yang juga anggota Osis,dibalik terbentuknya kagiatan dan acara-acara yang diselenggarakan pihak Osis terjadi banyak sekali percekcokan antara pengurus Osis angkatan kedua dengan adik kelasnya sendiri karena perbedaan pendapat dan perasaan sebagai senior yang ingin dihormati dan dihargai pendapatnya dan berbagai hal lainnya yang tidak bisa Saya ceritakan di sini.Belum lagi terjadi beberapa ulah guru-guru yang ingin berkuasa dan ingin mendapatkan simpati dari murid-murid dan pihak-pihak lainnya yang sampai saat ini Saya sendiri tidak tahu.Tapi yang pasti,dulu pernah terjadi sabotase pada tiang bendera saat upacara bendera hari Senin.Sabotase ini menurut teman Saya (yang anggota Osis) dilakukan oleh mungkin salah seorang anggota dari  pramuka atau lebih dikenal bantara di sekolah Saya karena pramuka di sekolah Saya kurang mendapat perhatian lebih dari pihak sekolah dan yayasan daripada Osis.Lalu yang Saya ketahui lagi dari teman Saya yang juga aktif di Pramuka,dia berpendapat bahwa bantara itu lebih seperti pembantu Osis.Mungkin hal ini terjadi pula karena guru Pembina Osis lebih dipercaya dan berkuasa sehingga guru pimbina Pramuka / Bantara tidak senang dengan hal itu sehingga terjadi sabotase tersebut.
Setelah Saya mengetahui beberapa hal-hal yang terjadi pada SMA ini,Saya pun mulai berpikir mengapa orang-orang ingin sekali telihat eksis di depan orang-orang dengan cara berebut kekuasaan dan cara-cara kotor seperti sabotase pada tiang bendera.Hal itulah yang membuat Saya enggan ikut serta dalam keanggotaan Osis saat pemilihan Osis Generasi Ketiga.Saat di tawari oleh guru Saya menjadi anggota Osis pada bidang kreatifitas seingat Saya.Lalu setelah Saya menolak,dipilihlah orang lain dan setelah melewati beberapa proses pemilihan terpilih juga ketua Osis yang baru dari muris kelas 10 yang baru dari angkatan empat yaitu saudara sepupu Saya sendiri.
Kegiatan dan acara-acara yang ingin dibuat oleh ketua Osis yang baru sangatlah bagus,namun sayang ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana.Sehingga banyak sekali murid-murid yang kecewa kepada ketua osis yang baru.Setelah itu,Saya bertanya kepada dia secara langsung karena seperti yang telah Saya jelaskan sebelumnya,ketua osis yang baru adalah saudara sepupu Saya sendiri.Alasan kenapa kegiatan dan acara yang telah dia janjikan saat kampanye pemilihan ketua osis yang baru tidak terlaksana adalah ketidak adanya kepedulian anggota lainnya saat dia ingin membicarakan kegiatan dan acaranya tersebut sehingga dia sendiri akhirnya malas membicarakannya dan mengurungkan niatnya untuk melakukan hal tersebut.
Mulai dari kata-kata tersebutlah Saya berpikir lagi,mengapa selalu saja ada ketidak samaan pendapat dan perasaan senioritas yang malah menghambat tujuan dari suatu organisasi.Tetapi lambat laun akhirnya beberapa kegiatan dan acara yang dibuat Osis generasi ketiga ini mulai membaik dan menarik.Setelah kenaikan kelas dan pada saat itu Saya sudah kelas 12,masa jabatan pengurus Osis generasi ketiga pun berakhir dan harus diganti oleh yang baru.Setelah dilakukannya berbagai pemilihan ketua Osis dan pengurusnya yang baru yaitu ketua Osis baru dari murid kelas 10.Pada awalnya murid-murid yang lainnya pesimis dengan osis generasi keempat ini karena lagi-lagi ketuanya adalah siswa kelas 10,namun bedanya Osis tahun ini lebih kompak karena anggota-anggotanya lebih didominasi murid-murid kelas 10 dan beberapa muris kelas 11 yang mudah diajak bekerja sama dan lebih mudah diatur dan mungkin karena adanya pergantian guru Pembina Osis yang baru.
Ketua Osis yang baru ini terlihat memiliki charisma yang lebih dibanding ketua-ketua Osis sebelumnya sehingga kegiatan yang dia janjikan saat kampanye pemilihan ketua osis banyak yang terlaksana dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya percekcokan antara pihak Osis dan pihak Bantara/Pramuka di SMA.Pada kegiatan Osis generasi ini bisa dikatakan yang terbaik dari semua kegiatan yang pernah dilaksanakan,hal ini memang bisa terlihat dari kinerja dan kerja sama anggota-anggotanya saat akan melakukan persiapan prom nite kelulusan siswa kelas 12 saat itu.Acara tersebut memuaskan bagi siswa maupun guru-guru karena mungkin bagi sebuah SMA yang tergolong baru dibangun,hal seperti ini sudah sangat hebat bisa dilakukan jika dibandingkan dengan sekolah lainnya.Setelah Saya lulus SMA,ketua Osis SMA generasi keempat tetap menjabat sebagai ketua Osis karena kinerjanya yang bisa dikatakan memuaskan.
Dari apa yang telah Saya amati kegiatan berorganisasi di SMA Saya daulu,bisa disimpulkan bahwa kegiatan berorganisasi memang tidak luput dari setiap kegiatan manusia karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial.Namun setiap manusia memiliki pemikirannya masing-masing sehingga akan sangat sulit jika harus menyatukan pendapat-pendapat tersebut untuk mencapai suatu tujuan yang sama,hal tersebut bisa dilihat dari berbagai macam masalah yang terjadi antara organisasi yang satu dengan yang lainnya meskipun masih berada di bawah satu naungan organisasi yang lebih besar.Tetapi itulah yang menjadikan kegiatan berorganisasi menjadi suatu pelajaran yang penting agar kita sebagai manusia,dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan bersosial.

Tuesday, June 26, 2012

Stratifikasi Sosial



Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).Pitirim A. Sorokin dalam karangannya yang berjudul “Social Stratification” mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.Statifikasi sosial menurut max weber adalah stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Dasar-dasar pembentukan pelapisan social:
·         Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut.
·         Ukuran kekayaan.Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
·         Ukuran kekuasaan dan wewenang.Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.
·         Ukuran kehormatan.Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
·         Ukuran ilmu pengetahuan.Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

Sebagai keragaman yang bersifat vertical (stratifikasi sosial), keragaman mengacu kepada urutan hirarkis seperti lebih rendah. Perbedaan itu mencerminkan pola masyarakat yang mengatur kedudukan dan peranan perilaku sosial. Keragaman ini memunculkan stratifikasi social dalam masyarakat. Secara umum masyarakat dibagi atas masyarakat kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas bawah (lower class). Stratifikasi dalam masyarakat ada yang bersifat :

·         Open social stratification (Stratifikasi terbuka) :
Dimana setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan, atau bagi mereka yang tidak beruntung bias jatuh dari lapisan atas kebawah.

·         Close social stratification (Stratifikasi tertutup) :
Sistem ini membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lainnya baik gerak keatas atau ke bawah. Dalam sistem ini satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah dengan kelahiran, seperti : sistem kasta di agama Hindu India, sistem apartheid yang pernah berlaku di Afrika Selatan.

Pada kebanyakan masyarakat stratifikasi social berbentuk piramida, dimana lapisan terendah jumlahnya relatif banyak. Biasanya lapisan yang lebih diatas tidak hanya memiliki satu saja yang dihargai masyarakat tetapi bersifat akumulatif. Misalnya, mereka yang punya uang mudah menguasai tanah, akumulasi kekayaan yang diperoleh dapat digunakan untuk mendapatkan kekuasaandan sebaliknya kekuasaan juga dapat menjadi alat untuk mendapat kekayaan ataupun kehormatan. Ukuran yang biasa dipakai untuk menggolongkan anggota masyarakat menjadi dasar pelapisan dalam masyarakat yaitu :

·         Ukuran kekayaan.
Barang siapa yang memiliki kekayaan paling banyak termasuk dalam lapisan teratas.

·         Ukuran kekuasaan.
Barang siapa yang memiliki kekuasaan atau memiliki wewenang terbesar termasuk dalam lapisan teratas.

·         Ukuran kehormatan.
Orang paling disegani dan dihormati termasuk dalam lapisan atas. Pada masyarakat tradisional golongan tua dan orang yang pernah berjasa sangat dihormati. Namun pada masa sekarang ukuran kehormatan ini sifatnya lebih rumit dan kompleks karena banyak distorsi dari ukuran-ukuran lainnya. Misalnya orang yang berpenampilan orang kaya lebih dihormati daripada orang yang berpenampilan sederhana.

·         Ukuran ilmu pengetahuan.
Hal ini dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan saja, sama halnya dengan ukuran kehormatan saat ini ukuran ilmu pengetahuan ini juga rumit. Apakah ukuran ilmu pengetahuan itu dari gelar kesarjanaan saja atau bermanfaat atau tidaknya ilmu yang dimiliki untuk orang banyak?



Selain keberagaman yang bersifat vertical yang terwujud dalam bentuk stratifikasi sosial terdapat keragaman yang bersifat horizontal yang disebut dengan diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial ini hamper sama dengan stratifikasi alamiah karena berasal dari hal-hal yang alamiah dan kodrati misalnya perbedaan dari sesuatu yang berbentuk fisik seperti (ras, warna kulit, bentuk muka, warna rambut0 ataupun nonfisik seperti (suku, agama, budaya, sistem kekerabatan, cara berfikir dan bersikap) yang terdapat dalam masyarakat.

Referensi :

Perubahan Sosial




Untuk mengetahui apa itu perubahan sosial,maka bisa diartikan secara terpisah.Perubahan adalah perbedaan dari suatu kondisi / bentuk ke bentuk yang lain,sedangkan social adalah masyarakat beserta semua aspek yang terkandung di dalamnya termasuk sifat dan perilaku masyarakat tersebut.Jadi perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akibat dari sikap,perilaku dan interaksi antar individu di dalamnya hingga membentuk kondisi yang berbeda dari sebelumnya.
Faktor-faktor penyebab perubahan social:
·         Rasa tidak puas terhadap situasi yang ada
·         Timbul keinginan untuk mengadakan perbaikan
·         Adanya kesadaran akan kekurangan yang ada di dalam kebudayaannya sehingga mengadakan perbaikan
·         Adanya usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan,keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat
·         Banyaknya kesulitanyang dihadapi sehingga memungkinkan manusia untuk berusaha untuk mengatasinya
·         Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks,dan adanya keinginan untuk menigkatkan taraf hidup
·         Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru,baik yang dating dari luar maupun dari dalam masyarakat
·         Sistem pendidikan yang dapat memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia untuk meraih masa depan yang lebih baik
Bentuk-bentuk perubahan sosial:
·         Perubahan Lambat(Evolusi)
Perubahan yang pelan tetapi dapat merubah struktur dasar kebudayaan
·         Perubahan Cepat(Revolusi)
Perubahan yang terjadi secara mendadak dan merubah tatanan hidup manusia
·         Perubahan Kecil
Perubahan pada unsur-unsur struktur social yang tidak membawa pengaruh langsung
·         Perubahan Besar
Perubahan yang mengakibatkan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan
·         Perubahan yang tidak direncanakan
Perubahan yang muncul di luar pengawasan masyarakat
·         Perubahan Progress
Perubahan yang dikehendaki masyrakat dan membawa kemajuan
·         Perubahan Regress
Perubahan yang membawa dampak tidak baik bagi masyarakat
·         Perubahan Struktural
Perubahan yang sangat mendasar yang menimbulkan reoraganisasi dalam masyarakat
·         Perubahan Proses
Perubahan yang tidak mendasar yang merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya
Teori-teori perubahan social :
·         Teori Evolusioner dan Unilinear
Dipopulerkan oleh Charles Darwin dan Herbert Spencer.Perubahan social yang terjadi melalui tahap-tahap tertentu
·         Teori Siklus
Perubahan yang terjadi secara berulang-ulang
·         Teori Lingkarang
Perubahan social pada masyarakat yang terjadi selalu sama
·         Teori Multilinear
Perubahan social pada bagian-bagian tertentu
·         Teori Sistem Dunia
Perubahan social yang membagi Negara menjadi 3 kategori,yaitu:
o   Negara Central :Amerika,Jepang,Inggris dan Negara di benua Eropa
o   Negara Berkembang : Negara di daerah Asia tenggara
o   Negara Miskin/Terbelakang : Somalia,Timor Lester,Negara di benua Afrika
·         Teori Modernisasi
Perubahan social di segala struktur yang merubah semua aspek kehidupan di masyarakat.
Sebab-sebab terjadinya perubahan sosial:
1.      Faktor Internal :
·         Bertambahnya / berkurangnya jumlah penduduk
·         Adanya penemuan baru
·         Terjadinya konflik dalam masyarakat
·         Terjadinya revolusi dalam masyarakat
2.      Faktor Eksternal :
·         Lingkungan alam sekitar
·         Peperangan dengan Negara lain
·         Pengaruh kebudayaan asing
Faktor-faktor penghambat perubahan sosial :
·         Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
·         Pendidikan yang masih terbelakang
·         Masyarakat yang bersifat tradisional
·         Vester Interest ( Kepentingan yang telah tertanam kuat )
·         Rasa takut akan integrasi dengan kebudayaan tergoyahkan
·         Prasangka buruk terhadap kebudayaan asing
·         Hambatan yang bersifat ideologi