Nyan Cat

Monday, June 10, 2013

Permintaan dan Penawaran

1.Latar Belakang

Kehidupan ekonomi di Indonesia tidak luput dari perdagangan.Perdangan yang paling sering terjadi adalah perdangan di pasar.Di dalam perekonomian pasar tentunya ada yang disebut permintaan dan penawaran.Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu,sedangkan penawaran  adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Dari sini kita sudah melihat bahwa Permintaan dan Penawaran memiliki hubungan yang erat satu sama lain  untuk mendukung perdagangan.

Dalam permintaan dan penawaran,mereka memiliki kurva dan hukum masing masing. Dalam kurva permintaan dan penawaran kita harus mencari titik tengah atau balancenya, dimanakah titik yang tepat untuk permintaan dan penawaran atau yang disebut dengan kondisi kestabilan.Jika kestabilan ini dapat tercapai,maka masyarakat akan terbantu dan tidak akan kekurangan dalam memenuhi kebutuhan mereka.Contohnya adalah kebutuhan sembako.

Sekarang jika salah satu kebutuhan masyarakat menjadi langka misalnya beras,apa yang akan terjadi dengan masyarakat.Mungkin bagi masyarakat menengah ke atas,mereka hanya perlu mengeluarkan uang lebih karena kanaikan harga beras,tetapi bagi masyarakat tingkat bawah hal ini tentunya menambah beban pengeluaran bagi mereka.Hal ini merupakan contoh dari ketidakstabilan dalam permintaan dan penawaran.

2.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya,peermasalahan yang akan saya ambil adalah bagaimana caranya agar kestabilan dalam permintaan dan penawaran dapat terjadi.Hal ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat yang semakin hari semakin bertambah dan meningkatnya pula harga di pasar.Jika sesuai teorinya,seharusnya harga di pasar tidaklah meningkat karena jumlah permintaan sudah tinggi.


3.Landasan Teori

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa permintaan adalah adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu. Permintaan selalu berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi.Pada umumnya permintaan konsumen akan barang dan jasa adalah tidak terbatas.

Ada pun Hukum permintaan berbunyi “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”.Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.Hukum Penawaran berbunyi "Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan”.

4.Pembahasan
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
Faktor – faktor yang memengaruhi tingkat permintaan :
a.       Harga barang itu sendiri
Harga barang menjadi penentu permintaan karena sesuai dengan hukum permintaan.Semakin tinggi harga barang maka semakin rendah pula jumlah permintaan.
b.      Harga barang substitusi
Jika suatu kebutuhan pokok harganya menjadi mahal,maka masyarakat akan berpaling dan mencari penggantinya.Jika harga barang pengganti tersebut lebih murah,maka tentunya masyarakat akan memilih barang subtitusi tersebut.
c.       Harga barang komplementer
Suatu barang / jasa mungkin aka ada barang pelengkapnya,contohnya saja jika membeli mobil.Jika harga bbm meningkat dan biaya sewa tempat parker meningkat,maka jumlah pembelian mobil tentunya akan berkurang karena keengganan masyarakat dalam memiliki mobil berkurang dikarenakan harga bbm dan biaya parkir meningkat.
d.      Jumlah Pendapatan
Jumlah pendapatan menjadi penentu tingkat permintaan,jika orang dengan pendapatan tinggi,tentunya juga akan membeli sesuatu dengan harga yang lebih besar.Biasanya hal ini terlihat jika seseorang yang mendapatkan kenaikan gaji,mereka akan lebih banyak membeli barang karena gaji mereka telah bertambah.
e.       Selera konsumen
Selera konsumen menjadi pengaruh penting dalam perekonomian.Trend masa kini adalah salah satu faktor penting dalam menentukan selera konsumen.Jika saat dulu orang-orang sudah sangat puas dengan laptop atau komputernya,di zaman sekarang laptop/computer saja tidak cukup,mereka perlu yang lebih contohnya seperti tablet PC.
f.       Perkiraan harga di masa depan
Perkiraan harga barang juga mempengaruhi jumlah permintaan dikarenakan hal ini menjadi tolok ukur akan suatu harga barang.Contohnya adalah harga emas perhiasan.Emas perhiasan harganya akan umumnya naik dari tahun ketahun,hal ini yang membuat banyak orang membeli emas untuk disimpan dan dikemudian hari dijual dengan harga lebih tinggi.Tapi tidak jarang juga harganya malah turun.

Jumlah penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor.Faktor- faktor tersebut cukup mirip dengan permintaan.Adapun faktor – faktornya sebagai berikut :

a)      Harga barang itu sendiri
Jumlah penawaran berbanding lurus dengan jumlah barang yang ditawarkan.Hal ini menjadi pengaruh dalam penawaran.
b)      Harga barang pengganti
Para pendagang akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan dengan harga lebih murah dari harg barang subtitusi untuk menarik kembali konsumen agar membeli barang dagangannya.

c)      Biaya produksi
Jika biaya produksi suatu barang meningkat,maka untuk mendapatkan untung lebih para pedagang menjual barang dagangannya  labih mahal karena mereka tidak bisa menawarkan barang dalam jumlah yang banyak.
d)     Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi juga mempengaruhi biaya produksi yang artinya juga mempengaruhi jumlah penawaran secara tidak langsung.Dengan adanya teknologi yang memadai dapat mengurangi biaya produksi dan mempercepat produksi suatu barang sehingga menghasilkan barang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
e)      Pajak
Pajak yang ditetapkan pemerintah juga berpengaruh terhadap penawaran,hal ini tentunya digunakan untuk mengatur keseimbangan harga pasar.Jika suatu barang diberikan pajak yang tinggi,tentunya akan mengurangi jumlah penawaran.
f)       Perkiraan harga di masa depan
Jika penjual memperkirakan harga barang tersebut akan naik, maka ia akan menambah kauntitas barang tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika produsen memperkirakan harga barang akan turun, maka ia akan mengurangi kuantitas barang yang dijualnya.
Di antara faktor-faktor di atas, harga barang dianggap sebagai faktor terpenting dan sering dijadikan acuan untuk melakukan analisis penawaran. Harga berbanding lurus dengan jumlah penawaran. Jika harga tinggi, maka produsen akan berlomba-lomba menjajakan barangnya sehingga penawaran meningkat. Sementara itu, jika harga turun, maka produsen akan menunda penjualan atau menyimpan produknya di gudang sehingga jumlah penawaran akan berkurang.

Dibawah ini ada sebuah kasus yang berhubungan dengan penawaran dan permintaan
Ini adalah Kurva Keseimbangan Pasar. Dan kita menemukan titik untuk Kesimbangan Pasar yaitu pada P = 50 dan Q = 5. Ini merupakan titik temu antara Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran. 


5.Penutup
A.Kesimpulan
Keseimbangan harga seharusnya terjadi saat jumlah permintaan berada pada titik dimana si penjual tidak rugi dan mendapatkan untung dan si pembeli tidak merasa terbebani dengan harga barang dan merasa tercukupi dengan barang yang dibelinya.Hal seperti ini akan terjadi jika adanya kerja sama antara para penjual dan pemerintah serta peran rakyat yang dapat menggunakan skala prioritas dalam menggunakan uang mereka.Pada zaman sekarang masyarakat lebih condong pada barang komplementer sehingga hal ini meningkatkan harga produksi dari barang lainnya.
B.Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan sebelumnya,sebaiknya para penjual tidak memainkan harga dan sengaja “membuat” suatu barang terlihat langka sehingga membuat masyarakat merasa terbebani dengan kenaikan harga mendadak seperti contohnya daging sapi,cabai dan kebutuhan lainnya.Pemerintah juga sebaiknya lebih memperhatikan adanya kecurangan dalam pendistribusian barang-barang sehingga tidak terjadi penimbunan barang yang dapat mengakibatkan kenaikan harga.

Sunday, June 9, 2013

Resume Tujuan Pokok Ekonomi dan Kurva Permintaan dan Penawaran


Tujuan pokok ekonomi adalah sebagai berikut :

  1. Masalah Stabilitas
Kestabilan adalah kondisi adanya keseimbangan dalam pemasokkan barang dengan kebutuhan masyarakat.Contoh barang yang seharunya stabil adalah sembako(sembilan bahan pokok).

  1. Masalah Pertumbuhan Ekonomi
Zero recruit adalah menempatkan orang yang ingin berkerja ditempat pekerjaan lama yang ditinggalkan dengan cara pensiun,sakit dan meninggal sehingga tidak ada kekosongan posisi dalam suatu tempat usaha.

  1. Masalah Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi
Masalah pemerataan kesejahteraan ekonomi merupakan masalah yang paling banyak terjadi di Indonesia.Pada kenyataannya hal ini terjadi di pulau Jawa,pemerintah lebih fokus dalam pemusatkan pembangunan di pulau Jawa daripada di daerah lainnya.Hal ini yang mengakibatkan tidak meratanya kesejahteraan ekonomi masyarakat.Sehingga meskipun pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun,itu hanyalah sekedar angka dari rata-rata pendapatan perkapita masyarakat Indonesia.Yang artinya pendapatan masyarakat miskin menjadi tidak berarti karena terlampau jauh dengan orang-orang kaya di Indonesia.

Harga
Harga merupakan faktor kunci dalam pengambilan keputusan kita dalam menentukan suatu barang yang akan kita beli.Contoh nyatanya adalah jika kita ingin membeli sesuatu barang,yang pertama kali kita lihat adalah harganya dulu,jika harganya memungkinkan untuk kita beli maka akan kita ambil,jika harganya tidak sesuai dengan kemampuan kita maka kita tidak akan membelinya meskipun barang itu sangat kita inginkan.Yang menentukan harga adalah pasar.
Hukum Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah tertentu.Hukum permintaan berbunyi “ Pada saat harga mahal orang akan mengurangi konsumsi dan pada saat harga murah akan menambahkan konsumsi “
Dibawah ini adalah contoh tabel penerimaan dan penawaran.Bila orang menawarkan harga mahal maka permintaan akan 0 dan jika penawaran harga murah atau free maka permintaan akan meningkat seiringan dengan turunnya harga,singkatnya permintaan berbanding terbalik dengan harga. Sedangkan penawaran, jika harganya murah makan harga yang ditawarkan tidak ada dan jika ditawarkan harga mahal maka banyak peminatnya yang artinya penawaran berbandinga lurus dengan harga.




Dibawah ini ada kurva kesimbangan pasar yang merupakan gabungan dari kurva penerimaan dan penawaran.
`

 Ini adalah Kurva Keseimbangan Pasar. Dan kita menemukan titik untuk Kesimbangan Pasar yaitu pada P = 50 dan Q = 5. Ini merupakan titik temu antara Kurva Permintaan dan Kurva Penawaran.

Hubungan Produksi dan Konsumen
Produksi dan Konsumen sudah tentu harus saling berhubungan. Semua konsumen adalah pembeli barang yang akan diproduksi.

Hubungan antara produksi dan konsumen akan seperti ini :


Konsumen = C
Produsen = Y ( Pendapatan Nasional )
Maka Y = C
Pendapatan Nasional = Konsumen Nasional

Monday, April 29, 2013

RESUME MASALAH EKONOMI




Permasalahan ekonomi tidak akan pernah berakhir,andai kata suatu masalah sudah terselesaikan maka masalah lain akan muncul yang merupakan akibat dari permasalahan sebelumnya.Hal tersebut terjadi karena sebenarnya kita tidak hanya mengurusi masalah ekonomi untuk kehidupan diri kita sendiri, tapi masalah ekonomi untuk orang lain ataupun untuk Negara bahkan untuk Dunia.Ada pun filsafah yang membahas masalah kemiskinan yaitu Adam Smith. Beliau membahas masalah ekonomi pada saat “Keterbelakangan 31 Desember “. Adam menjabarkannya menjadi 4 masalah utama,yaitu sebagai berikut :
·         Kurangnya pendidikan masyarakat
·         Sempitnya lapangan kerja
·         Angka kelahiran yang lebih tinggi dan jumlah usia masyarakat kerja yang rendah
·         Penghasilan masyarakat yang rendah
Masalah ekonomi itu sesungguhnya adalah masalah yang besar. Masalah ekonomi yang paling terkenal adalah kemiskinan.Kemiskinan merupaka hal yang selalu menyangkut dalam masalah ekonomi. Ada pun cara menyelesaikan masalah kemiskinan :
  • Perlu adanya pembangunan,,akan tetapi ada beberapa kesulitan dalam mewujudkan pembangunan yang berkala dan benar.Masalah tersebut di antaranya adalah sebagai berikut :
ü  Kurangnya prasana – sarana
ü  Sektor moneter yang belum maju
ü  Kurangnya pendidikan
ü  Tabungan rendah
  • Pemerataan jumlah penduduk sehingga tidak terjadi kepadatan penduduk dan pemusatan perkembangan pada suatu daerah saja seperti pada pulau Jawa.
  • Penanggunalan pengganguran dengan memperluas lapangan kerja dan memberikan lembaga pelatihan masyarakat agar masyarakat menjadi mandiri dan mampu membuat usaha sendiri jika memiliki modal yang cukup.
  • Penanggulangan inflasi,inflasi adalah kecenderungan naiknya nilai / harga dari suatu barang / uang.
  • Membenahi kegagalan pasar,contohnya jika kita menggunakan monopoli maka ekonomi tidak akan bergerak, karena sistem monopoli merupakan sistem yang menghentikan wilayah pasar lainnya, maka jika kita menggunakan monopoli maka kita akan mengusai wilayah pasar, hanya kita dan bukan yang lain.Dalam persaingan pasar,sebaiknya kita tidak menggunakan sistem monopoli karena dapat menghancurkan perekonomian pasar pada daerah lainnya.
Dalam point “Perlu adanya pembangunan” seorang seorang filsafah yang bernama Rostow mempunyai program pembangunan, antara lain :
  1. Perekonomian Tradisional
  2. Tinggal Landas (Take Off)
  3. Masyrakat sudah mencapai tingkat konsumsi tingkat tinggi (high level)
Berikut struktur permasalahan ekonomi umumnya:

Adapun Tujuan dari kebijakan ekonomi :
  • Efisiensi,artinya produksi bisa dimuat banyak barang dan biaya produksi murah..  
  • Pertumbuhan ekonomi dilihat dari total produksi nasional
  • Stabilitas ekonomi
  • Pemerataan

Tuesday, April 23, 2013

Masalah Ekonomi



Dalam kehidupan berekonomi tentunya masyarakat pasti akan menemukan masalah.Masalah-masalah tersebut juga terbagi-bagi dalam jenis dan penyebab terjadinya masalah tersebut.Pada Indonesia tentunya ada beragam masalah yang dapat terjadi. Indonesia menggunakan sistem perekonomian kerakyatan, jadi semua kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak diatur dan dikendalikan oleh pemerintah. Semua hal yang berhubungan dengan kebijakan dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia diatur oleh kebijakan – kebijakan dan peraturan pemerintah.
    Tanda-tanda perekonomian mulai mengalami penurunan diawali padatahun 1997 dimana pada masa itulah terjadi krisis. Saat itu pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berkisar pada level 4,7 persen, sangat rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang 7,8 persen. Kondisi keamanan yang belum kondusif juga mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, yang menambah kesulitan dinegeri ini.Sejak saat itulah masalah-masalah ekonomi di Indonesia semakin luas dan beragam.Berikut ini adalah masalah-masalah ekonomi yang ada di Indonesia :
1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah  ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.

3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
Referensi :

Sunday, March 24, 2013

Hubungan Antara Ekonomi Dengan Kehidupan Sosial Budaya




Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa faktor ekonomi memang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.Ekonomi memang mencakup banyak bidang dalam hidup ini contohnya dalam bidang sosial budaya yang akan Saya jelaskan hubungannya.
Faktor Ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat memegang peranan penting  dalam menentukan tingkatan status sosial seseorang atau sekelompok orang di dalam lingkungannya.Sebenarnya di dalam kehidupan bermasyarakat ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat status sosial seseorang,yaitu faktor ekonomi,faktor pendidikan,faktor keturunan dan pekerjaan seseorang.Tetapi dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia umumnya faktor ekonomi adalah hal dapat dikatakan sebagai tolok ukur status sosial seseorang.
Seseorang dengan tingkat kekayaan yang tergolong tinggi akan berbeda pola hidup dan kebiasaannya dibandingkan dengan orang yang tingkat ekonominya dibawah standar pada masyarakat tersebut.Jika seseorang yang ekonominya menunjang,umumnya dia tidak akan pergi makan di restoran – restoran murah pinggir jalan atau berrekreasi di tempat-tempat lokal,sedangkan untuk orang-orang yang tingkat ekonominya rendah mereka lebih sering makan di warung-warung nasi atau paling tidak mereka membeli bahan makanan dan memasaknya sendiri.Perbedaan yang terlihat jelas juga tampak dalam bagaimana mereka berpenamilan dan bertutur kata.Orang-orang dengan tingkat status tinggi akan berpenampilan lebih elegan dan berbicara dengan sopan dan halus,sedangkan untuk masyarakat dengan status sosial rendah umumnya berpenampilan tidak menarik dan kurang memperhatikan penampilannya,dalam berbicara pun mereka sering menggunakan kata-kata yang kasar dan kurang sopan di dengar.Dan dengan adanya perbedaan kebiasaan dan pola hidup tersebut muncullah yang disebut stratifikasi social atau bisa disebut juga kasta.
Stratifikasi sosial tentunya memiliki memiliki beberapa dampak yang terjadi dalam kehidupan sosial,selain dampak negatif ada pula dampak positifnya.Berikut dampak positif dan negatif dari stratifikasi sosial:
1. Dampak positif Stratifikasi Sosial
Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing, dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas. Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan. Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan sedikit lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan oleh perbedaan regulasi pemerintah masing-masing negara dalam menangani kinerja sistem transportasi yang ada. Pembangunan berbagai sarana dan prasarana transportasi seperti halnya dermaga, pelabuhan, bandara, dan jalan rel dapat menimbulkan efek ekonomi berganda yang cukup besar, baik dalam hal penyediaan lapangan kerja, maupun dalam memutar konsumsi dan investasi dalam perekonomian lokal dan regional.
Kurang tanggapnya pemerintah dalam menanggapi prospek perkembangan ekonomi yang dapat diraih dari tansportasi merupakan hal yang seharusnya dihindari. Mereka yang mempunyai kendaraan lebih bagus atau mewah dari pada yang lain maka akan berkedudukan diatas yang lainnya yang tidak mempunyai kendaraan yang lebih mewah. Mewah tidaknya kendraan dan banyaknya kendaraa pribadi yang dimiliki menempatkan pemiliknya pada status social yang lebih tinggi.
2. Dampak negativ Stratifikasi Sosial
Umumnya ada tiga dampak negative dalam  stratifikasi sosial yaitu :
1.      Konflik antar kelas
Dalam masyarakat, terdapat lapisan-lapisan sosial karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut kelas-kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.Contoh: demonstrasi buruh yang menuntuk kenaikan upah, menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.

2.      Konflik antar kelompok social
Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan ideologo, profesi, agama, suku,dan ras. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik. Contoh: tawuran pelajar.
3.      Konflik antargenerasi
Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut generasi tua.

Jadi kesimpulannya faktor ekonomi  dalam kehidupan bersosial budaya memberi dampak yang besar bagi masyarakat mulai dari setiap lapisan masyarakat.Faktor ekonomi juga merubah sistem kehidupan bermasyarakat dan pola hidup dan pergaulan mereka serta memberi dampak negatif dan juga dampak positif.Selama ekonomi dan beberapa faktor lain yang mempengaruhi stratifikasi sosial masih ada maka perbedaan dalam masyarakat dalam berperilaku,pola kebiasaan dan jaringan pertemanan akan selalu ada.

Referensi :
http://jolompong.blogspot.com/2011/01/dampak-positif-dan-negatif-stratifikasi.html

Resume Ruang Lingkup Ekonomi



  1. Definisi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara mengatasi dan memenuhi keinginan manusia karena adanya batasan-batasan yang mempersulit manusia mencapai keingninannya tersebut.Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi.
  1. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga
Dalam dunia perekonomian manusia kerap kali memang menemukan kendala dan masalah-masalah yang harus dihadapinya dalam pemenuhan keinginannya seperti pada arti ekonomi sendiri.Berikut ini beberapa masalah – masalah pokok tersebut :
a)      Pengangguran.
Pengangguran akan menyebabkan perekonomian berada kondisi di bawah kapasitas penuh, suatu kapasitas yang diharapkan. Pengangguran juga akan menyebabkan beban angkatan kerja yang benar-benar produktif menjadi semakin berat, disamping secara sosial pengangguran akan menimbulkan kecenderungan masalah-masalah kriminalitas dan masalah sosial lainnya.
b)      Inflasi.
Inflasi sering diartikan sebagai suatu kecenderungan naiknya harga-harga secara umum dalam waktu dan wilayah tertentu. Dari pengertian itu dapat di ambil beberapa point penting mengenai inflasi, bahwa inflasi ini terjadi:
·         Diwarnai kenaikan harga-harga komoditi secara umum, atau dapat dikatakan hampir setiap komoditi mengalami kenaikan.
·         Dapat diketahui dan dihitung jika telah berjalan dalam kurun waktu tertentu dan dalam wilayah tertentu.
Dengan demikian jika kenaikan harga tidak menyeluruh, atau jika menyeluruh namun hanya terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat dan dalam wilayah tertentu yang terbatas, maka istilah inflasi menjadi agak kurang tepat disebutkan.
c)      Masalah Ekonomi Bagi Konsumen
Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.
  1. Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana(planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara padaperekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Berikut ini adalah beberapa system perekonomian yang diterapkan dalam kehidupan berekonomi :
a.       Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negaraEropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
b.      Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
c.       Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Referensi: